HEALING SONG

musical


akiu ; innovi


-

-

Pengikut

Belajar



Assalamualaikum Sebelumnya akiu mengucapkan mohon beribu maaf bagi yang tidak berkenan membaca tulisankiu ini,..bukan bermaksud untuk mengajari ikan berenang, tapi hanya ingin berbagi pengalaman setelah yakin apa metode belajarkiu berhasil pada sikecilkiu,..walau (saat ini) tolak ukur keberhasilankiu hanya sebatas anakkiu jadi Juara Kelas I (satu) B,..hehehe,..
Actually,..bukan berhasil menjadi juara kelas yang membuatkiu bangga, karena keberhasilan yang sesungguhnya menurutkiu adalah ketika dia bisa menerapkan ilmu yang didapatnya dari sekolah ataupun dari pengalaman sehari hari agar MAMPU dan KUAT untuk mengatasi masalah yang timbul dalam kehidupannya kelak,... sehingga kelak akiu bisa merengkuhnya dan berkata,..”Welcome to the Wild World honey..”
Sekarang akiu Bangga, karena anakkiu bisa jadi juara kelas Tanpa meninggalkan keceriaan masa kecilnya. Tiada hari tanpa main, tiada paksaan untuk belajar, tanpa membuat rambutkiu rontok, tanpa harus mengeluarkan teriakkan dari suarakiu yang sember, dan nyaris tanpa kemarahankiu,.Putri Kecilkiu bisa berprestasi di sekolah,..itu yang buat akiu bangga,..  
si kecilkiu yang cerewet dahulu pernah protes "mami, kenapa sih mami malas ngajarin aku belajar, ga pernah aku diajari kaya si anu,....
Akiu sih maklum,..dia kan selalu lihat ibu tetangga lagi ngajarin anaknya,..sistem belajarnya gini; bukunya di bacain, PEERnya dikerjain or dicariin jawabannya oleh emaknya,..anaknya cuma nulis hasil yang disodorkan emaknya,.. atau emaknya yang merangkum buku pelajaran anaknya tinggal menghafal/baca,..hehehe,....Jelas beda banget sama metode belajar yang akiu tanamkan ke anak2kiu,.saking bedanya, anakiu tidak merasa kalau setiap waktu dan kesempatan  akiu ini mengajarinya,..proteslah dia,.hehehe…
Akiu selalu mengajarkan sesuatu untuk anakkiu menggunakan panca inderanya,..krn akiu pernah diajarkan seperti ini oleh orang tua kiu dulu, akiu pernah baca (terlepas dari benar atau tidaknya,..akiu tetap meyakini hal ini..) pengetahuan yang kita dapat  
10% dari yang mereka baca
20% dari yang mereka dengar
30% dari yang mereka lihat
50% dari yang mereka lihat dan dengar
70% dari yang mereka lihat, dengar dan katakan
80% dari yang mereka lihat, dengar, katakan dan lakukan   


Yang terpenting (menurutkiu) belajar bukanlah pengalaman yang pasif dan  bukanlah sesuatu yang sekedar terjadi pada anak, melainkan adalah sesuatu yang dilakukan oleh anak. Anak dapat mengingat paling banyak dari sesuatu yang dipelajarinya dengan cara mengatakan dan melakukan.
Akiu selalu membiarkan sikecil untuk meng explore dirinya,..salah satunya dengan menyalurkan hobinya untuk melukis / menggambar, bernyanyi, bermain bahkan menonton televisi sekalipun akiu jadikan sebagai media pembelajaran untuk anakiu itu,...Melalui itu semua, ia bisa terlibat dengan apa yang dilakukannya, dan secara tidak langsung  menempatkan diri dalam keadaan orang lain. Perasannya dapat dibangkitkan, khayalannya digiatkan, dan emosinya digerakkan.
entah cuma anakku atau semua anak didunia ini,.kalau akiu perdengarkan lagu atau apapun berulangkali tanpa di paksa untuk menghafal tapi tanpa sadar dia sudah hafal sendiri,..contoh kecil,..disetiap kesempatan akiu selalu memperdengarkan beragam lagu2,..dari mulai lagu berbahasa inggris, mexico,jepang dan paling utama lagu2 daerah Indonesia kita yang sangat beragam, dari sabang sampai merauke,..dan menakjubkan,..dia hafal hampir 25 jenis lagu dalam waktu sebulan!
Belum lagi akiu terkaget kaget ketika si kecil hafal Shalawat Nariyah tanpa diajarin,..cuma ya itu tadi, dia sering dengar akiu shalawatan Nariyah,..(akiu sendiri ngapalinnya luaaama banget,mpe ga inget berapa lamanya...hehehe)

Jadi (menurutkiu lagi) setiap anak memiliki Self Learning atau kesadaran untuk belajar sendiri, tinggal bagaimana kita mengarahkan, memfasilitasi, mendampingi dan mendorongnya. Self Learning ini akan mati bilamana kita menanamkan bahwa belajar itu hanya sekedar NILAI sekolah yang bagus  atau kita memaksa belajar dengan segala ancaman dan kemarahan,..Dengan menciptakan suasana menyenangkan dan demokratis di lingkungan belajarnya, Self Learning anak kita akan tumbuh subur dan akan terus dimilikinya sampai kelak dia tumbuh dewasa (contohnya seperti akiuuu,...hehehe,.keluar narcisnya,..maaaaf…)  
Namun semua itu akiu dapatkan dari semua pengalaman yang kuambil sebagai pembelajaran diri,..Kuakui sebagai Ibu yang bekerja, emosikiu sedikit fluktuatif,…maklum..hehehe...apalagi kalau “palang merah” dateng, bawaannya pengen marah melulu,..blame it to the woman hormon ,…(huh..alasan klise..)
jadi akiu berpikir bahwa akiu harus mengurus diri sendiri terlebih dahulu supaya akiu mempunyai tubuh dan pikiran yang sehat serta suasana hati yang bahagia. Sebagai Ibu, akiu berusaha keras untuk bisa mengontrol suasana hatikiu setiap saat. Akiu tidak boleh untuk melampiaskan emosikiu kepada anak. Akiu harus belajar menjadi Ibu dengan tingkat EQ –Emotional Quality (Kecerdasan Emosional) yang tinggi. Nah barulah akiu bisa mengajari anakkiu dengan baik.
Akiu harus belajar meningkatkan kebijaksanaan dan kasih sayang, serta selalu menjaga suasana hati agar tetap stabil dan menciptakan suasana yang harmonis dalam membimbing anak-anakkiu dengan moralitas dan mengingatkan mereka tentang latihan spiritual..Harapankiu,.Hablum minnannas nya tunai,  Hablum minalloh nya sampai, Insyaallah, mudah-mudahan saja begitu....hehehe,..maaaf,..                                                           Dengan demikian, semoga anak-anakkiu akan terpengaruh secara alami terhadap hal-hal yang benar dan mengikuti attitude baik dari orang2 dan pengalaman yang ada disekitarnya.
Menurutkiu, anak kecil sebenarnya sangatlah polos dan mudah terpengaruh dengan pengaruh baik dari luar atau dari kita sendiri. Akiu pikir jika akiu menggunakan cara-cara yang benar untuk mengajari anakkiu, maka anakiu akan dibimbing ke jalur yang positif dan penuh kasih. Jika anak hanya diajar dengan omelan dan pukulan, maka mungkin anak kelihatannya patuh, tetapi sebetulnya tidak sama sekali dan hubungan antara anak dengan orang tua pun bahkan dapat menjadi semakin jauh, dan yang paling mengerikan luka batinnya akan berbekas sampai dia dewasa nanti.
Cara paling mudah menilai seseorang itu terdidik atau tidak yaitu lihat saja dari perilakunya, kaji budi pekertinya, Pendidikan adalah apa yang tertinggal dalam diri seseorang setelah ia melupakan semua yang ia pelajari di sekolah.
Ilmu, hapalan, cara berhitung, rumus matematika, semua dengan mudah bisa dilupakan,..tapi kesantunan, perilaku dan budi pekerti akan diterapkan disetiap waktu..
Cheeerrs up beeeb,.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

music mood


rain